Jumat, 02 Desember 2011

My Favorite Japan Metal Band

Fear and Loathing in las vegas

HISTORY

Mereka memadukan riff-riff gitar yang berat dengan dentuman-dentuman elektronik dalam setiap lagu-lagunya, dan ini yang membuat banyak orang jatuh hati kepada band yang awalnya beranggotakan 5 orang ini. Voc berat nan sangar dirasa kurang, maka masuk lah So (ex. Bombreligion) untuk posisi clean voc. Hingga band ini beranggotakan 6 orang hingga saat ini.

Lain halnya band ini dengan band-band jepang yang sudah terkenal pada umumnya, bagi ane Fear, and Loathing in Las Vegas adalah 1 dari sederatan band-band yang lahir dari Modern Scene di jepang, dan band-band dari scene ini, umumnya memiliki arah kiblat dalam bermusik ke musik-musik barat dan musik-musik modern atau yang sedang berkembang disaat ini.

Dan, oleh karna itu rata-rata band tersebut beranggotakan orang-orang dengan umur yang masih terbilang muda. Fear, and Loathing in Las Vegas sendiri rata-rata berumur 21 tahun

Vamps [J-MUSIC]

 VAMPS
Hyde (vokalis L'arc~en~Ciel)  ngebentuk sebuah band baru dengan nama VAMPS. Band ini terdiri dari Hyde dan K.A.Z yang mungkin lebih terkenal sebagai guitarist Hyde dalam Solo projectnya dan juga keikutsertaannya dalam penggarapan lagu Glamorous Days nya Mika Nakashima. Bagi sebagian besar diantara kalian mungkin masih banyak yang tidak mengenal K.A.Z namun sebenarnya dia sudah cukup ama berada dalam scene J-music salah satunya adalah ia pernah menjadi suporting guitarist dari Spread Beaver dan juga sebagai member dari Oblivion Dust!
Mereka akan merelease single mereka, LOVE ADDICT pada tanggal 2 July 2008 ini. Single ini akan berisi 2 lagu, Love Addict dan Time Goes By dan akan dijual dengan harga 1.500 yen (kurang lebih Rp.150.000,-).
Mereka juga akan melaksanakan tour VAMPS live 2008, tour yang akan digelar di 46 live house ini merupakan ide Hyde yang menganggap bahwa cara terbaik untuk mempromosikan band ini adalah dengan mengadakal live dan bertemu dengan penggemar sebanyak-banyaknya!
Belum ada banyak info mengenai side project hyde ini, namun dipastikan bahwa VAMPS akan memiliki sound dan musik yang jauh lebih keras dibandingkan dengan L'arc en Ciel.

My Favorite Guitar [JAPAN]



Ken Kitamura adalah nama seorang gitaris yang tadinya biasa saja, tetapi karena dia telah melakukan hal yang luar biasa, maka cowok yang lahir di Shiga, Osaka 28 Nov 1969 ini menjadi begitu fenomenal di dunia musik rock di Jepang, bagaimana dia sebenarnya?
Pada tahun 1992, sekitaran bulan Juni, cowok yang lagi asyik kuliah di jurusan arsitek Universitas Nagoya itu dihubungi oleh temen lamanya waktu kecil, orang tersebut mengajak Ken untuk bergabung di bandnya buat jadi gitaris, buat gantiin gitarisnya yang baru aja cabut kata orang tersebut, tetapi karena mengemban harapan orang tua dan keluarga untuk melihat dirinya menjadi seorang arsitek yang sukses maka Ken menolak ajakan tersebut. Kemudian waktu terus berjalan dan akhirnya Ken menjadi arsitek yang sukses membangun gedung-gedung bertingkat di jepang. Sepertinya bukan begitu ceritanya? yah itu hanya isu yang akan membuat para penggemar Laruku kontan kaget. Cerita sebenarnya adalah orang yang menelepon Ken tadi tidak menyerah sampe disana, dia terus coba rayu (baca:maksa) Ken buat gabung sama tuh band yang gak jelas asal muasalnya, alhasil karena gak tahan di teror maka Ken coba tuk cabut dari Nagoya dan kembali ke Osaka buat liatin tu band, kok ngotot amat seh. Belakangan diketahui orang yang meneror Ken dan ngajak-ngajak ngeband tadi adalah Hyde, dan band yang gak jelas pertamanya tadi itu adalah L’arc~en~ciel (Laruku), 2 ikon musik Rock Jepang yang sekarang sangat tersohor seantero jagad.
Ken menjadi beken seiring kondangnya Laruku, dan kini telah menjadi salah satu gitaris paling berpengaruh di Jepang, gaya maen gitarnya tidak banyak neko-neko, mengumbar skill dengan melodi yang panjang jarang terdengar di riff-riff lagu Laruku, Ken lebih suka menggunakan suara clean effect buat sesi ritmis, seperti di lagu Kasao (Ray) yang membangkitkan nuansa mistis, terkadang petikan minimalis macam yang di lagu Snow Drop (Ray), kocokan gitar di Heaven’s Drive (Ark)atau melodi-melodi indah yang di Twinkle-Twinkle (Awake), nuansa akustik juga disambangi di Hitomi No Jyunin (Smile), Ken mencoba mengeksplorasi suara penuh muatan artistik, tanpa banyak kerumitan tetapi sangat nyaman didengar dan tidak mengurangi soul Laruku yang berbasis rock.
Di Laruku Ken telah membantu band ini membangun sebuah kerajaan musik rock Jepang dengan menghasilkan belasan album diantaranya DUNE [Limited Edition] (1993), DUNE (1993),Tierra (1994), heavenly (1995), True (1996), HEART (1998), ark (1999), ray (1999), REAL (2000), SMILE (2004), SMILE (CD + DVD) [Limited Edition] (2004), DUNE 10th Anniversary Edition (2004), AWAKE (2005), KISS (2007), dan puluhan single lainnya, tetapi tidak itu saja di era 10 tahun berdirinya Laruku, para personil memutuskan untuk break dari band dan mulai mengerjakan projek ego masing-masing termasuk juga Ken yang di bulan Agustus 2002, Ken membentuk band SOAP (Sons Of All Pussys) bersama Sakura (eks drummer laruku) dan Ein, seorang berkebangsaan Jerman, sebagai bassis. Di band ini, ken selain sebagai gitaris merangkap sebagai vokalis.
Tidak hanya jago maen gitar, cowok bergolongan darah AB ini juga ciamik nyiptain lagu, di Laruku catat saja lagu macam Fourth Avenue Cafe, As If in a Dream, Vivid Colors, Caress of Venus, dan Winterfall, yang konon dah digagas saat Ken masih 13 tahun, wow maksa banget ni anak. Lebih aneh lagi saat Laruku mengusung tema punk di projek Punk~en~ciel, Ken malah kedapuk jadi penggebuk drum, gak kebayang sebenarnya tetapi it’s ok doi beruntung lagu Laruku versi Punk maen drumnya gak serumit versi aselinya si Yukihiro (drumer Laruku), alhasil ya rada dipaksain n sedikit ngacau gak apa lah, tetap menghibur.
Para gitaris band Jepang saat ini dan kelak bakal gak bisa lupa sama ni nama karena akar rock yang diletakkan Ken bersama Laruku keburu kuat di mindset industri musik Jepang

Crows Zero II [J-Movie]

Crwos Zero 2



Sebuah movie untuk para penggemar Oguri Shun dan Yamada Takayuki , movie ini diangkat dari manga legendaris Crows karya Hiroshi Takanishi. Bercerita mengenai pertempuran paling besar yg pernah terjadi di SMA Suzuran. SMA Suzuran merupakan sekolah khusus pria yg terkenal sebagai sekolah para berandalan dan selalu terlibat perkelahian. Meski terkenal sebagai sekolah yang terkuat, sebetulnya kekuatan SMA Suzuran ini tidak solid, tapi terbagi menjadi beberapa kelompok. ada pasukan Serizawa yg dipimpin oleh siswa kelas 3, Tamao Serizawa, Ada pula siswa kelas 2 Hideto Bando, selain itu masih Ada siswa-siswa dari kelas 1 yaitu Hiromi Kirishima, Toshiaki Honjo dan Makoto Sugihara. Masih Ada lagi sosok yg terkesan dingin dan misterius bernama Megumi Hayashida alias Lindaman.

Selama ini belum ada seorang pun yang dapat menyatukan pentolan-pentolan di SMA Suzuran tersebut. Namun semua itu berubah dengan kedatangan siswa pindahan kelas 3 yaitu Genji Takiya. Genji serius ingin merebut kekuasaan di SMA Suzuran. Perkenalannya dengan Ken Katagiri, pemimpin kelompok yakuza “Yazaki” membuatnya mendapat dukungan kekuatan.

Sebetulnya kelompok yakuza “Yazaki” bermusuhan dengan kelompok yakuza “Takiya” pimpinan ayahnya Genji, namun Ken membantu Genji karena ia ingin Genji meneruskan impiannya mempersatukan SMA Suzuran yg dulu tidak kesampaian.

Fear And Loathing In Las Vegas - Jump Around Lyric

Summer has now come
Wow!
The time to jump at the beach has now arrived
Come on, lets play with us
Why don’t we hop around the hot summer shore
Forget all the boring stuff we got to care and have fun
The sun shines bright upon the sky
Tanning our skin hot and brown
This place is our play ground for us to play
Everyday we have to bother with many shits
I know how it really suck but for now why not party and jump all night long with us
I get how you feel so dull to face problems you would never want but for now lets jump and sing all night long
Jump now!
Shake the floor and shake the earth with both of your feet
Create and feel the beat
Jump as high as the sky
The sun is falling into the blue ocean
Coloring the scenery into orange but its not over
Even if the round glowing moon comes rising the fun never ends and will last forever
Lets dance
Jump until next morning
Party all day
Let’s all hold hands and jump around the fire
Do not be scared
You can always come back here anytime
We won’t leave you so do not worry
This place will stay forever
Stars shine and light from up high
Telling us that the party will not end
Hey, are you ready to jump now?
We have to bother with many shits
I know how it really suck but for now why not party and jump all night long with us
I get how you feel so dull to face problems you would never want but for now lets jump and sing all night long
Jump now!

Crows Zero [J-Movie]

CROWS ZERO (2007)

FILM CROWS ZERO (2007)

Tanggal Rilis : October 2007 (South Korea)
Jenis Film : Action | Thriller
Diperankan Oleh : Shun Oguri, Kyôsuke Yabe and Meisa Kuroki

Ringkasan Cerita FILM CROWS ZERO (2007) :
FILM CROWS ZERO diangkat dari sebuah manga jepang (crows) yang menceritakan seorang pemuda siswa (genji takiya) baru di sekolah suzuran, dia berambisi menguasai suzuran, dimana suzuran merupakan sekolah khusus laki-laki yang dihuni para siswa yang doyan berantem, dia menantang serizawa salah satu pentolan di sekolah tersebut demi menguasai seluruh siswa, untuk menantang serizawa dia harus mempunyai pengikut terlebih dahulu. Apakah genji takiya mampu mengumpulkan pengikut supaya bisa menandingi kekuatan kelompok serizawa?

My Favorite Bassist [JAPAN]

Tetsuya Ogawa 3 Oktober 1969 (umur 42) adalah seorang pendiri, pemain bass, dan pemimpin grup musik terkenal Jepang, L'Arc~en~Ciel. tetsu (semua huruf kecil) juga dikenal sebagai solo artis TETSU69 (semua huruf besar), angka 69 mencerminkan tahun kelahirannya. Namun sejak awal tahun 2007, seiring dengan rilis singel Can't Stop Believing, nama TETSU69 berubah menjadi tetsu.
Tahun 2006, tetsu menjadi tamu tetap untuk band Creature Creature, sebuah band ciptaan vokalis legendaris band Jepang, Morrie dari band Dead End. Tetsu terkenal karena permainan bassnya yang tidak biasa, liar, dan cenderung rumit. Selain itu, tetsu juga dikenal sebagai artis yang dandanannya paling mencolok di antara anggota L'Arc~en~Ciel lainnya. Pada tahun 1999, dia sempat tenar dengan seri sepatu Bufallo, sebuah sepatu dengan sol setebal 15 cm. Sejak tahun 2003, dia lebih suka berdandan dengan menggunakan celana motif kotak-kotak dan kilt dengan motif yang sama.