Minggu, 05 Januari 2014

Travel Back in Time with Petrosains



I was astounded by the variety of exhibitions in Petrosains itself, however, I was particularly attracted to visit the Geotime Diorama. Having a great interest in rocks and nature as a whole, it is natural for me to spend more time in that particular exhibition. It presents prehistoric events in a unique approach. As I entered the exhibition, I was amused by the setting; it was definitely a new world. I was welcomed by the rapping T-Rex which was amusing and fun to listen to. The exhibition consists of many figurines of ancient animals and plants. The sound effects brought me into the ancient times when dinosaurs ruled the world.  I was lucky to have had the chance to explore it and had more opportunities to gain lots of knowledge without rushing through time.
There were so many things to cover although the exhibition hall itself does not seem to be big! I slowly walked down the path while going through each and every information board. It was not your typical museum with science facts all the way; the exhibition is actually interactive! I was able to learn about the texture of rocks which is essential to determine their respective types. Also, it took me back to the ancient times; to experience the smell of air during that period. But I must say that I am grateful with the air we breathe today because the smell of ancient air was so strong and pungent that I could never imagine myself living during that era. Through the facilities that they have, I gained much knowledge about the prehistoric era. Had I not known that the gap between each species existed was large, I would have thought that plants and animals coexist in a similar period of time. I was amused to know that animal and plant fossils actually aid geologists in establishing the age of a rock. What is interesting about this exhibition, other than interactive models, is the language used to explain the facts. It was explained in both Bahasa Melayu and English using common vocabulary to make sure all visitors including children can engage with the information they read. I could see many kids were actually learning through it with the help of their guardian.
I was happy to not only be able to learn but also to convey what I obtained as I had the chance to help visitors to understand some of the hands-on activities. It piqued their interest to learn more and created an environment to nurture curiosity in science. I was so engrossed in the diorama that I lost track of time. Without knowing, I had spent nearly an hour to fully experience that particular exhibition. The amount of knowledge I gained is ten times the size of the exhibition itself!
Although this was not my first time here, the difference is when I was a child, I would just walk pass through it and get excited while looking at the animal and plant figurines without bothering to read through the information boards. I must say that it was a big loss that I did not go through them earlier but I have found a new form of joy hidden in the exhibition today; this place is both educational and inspiring.  It is not only an exhibition on prehistoric creatures butalso a source of information on natural resources and their relations to our environment.  So take your time here and you will find yourself immersed in the unforgettable journey at Geotime Diorama.






Shared by Nadrah
Guest Student Blogger





Selasa, 26 November 2013

Perkenalkan Satu Lagi Bakal Calon MPV Listrik Indonesia, Gendhis.

Masih ingat dengan proyek ambisius pak Dahlan Iskan untuk membuat MPV bertenaga listrik yang rencananya akan dipakai oleh delegasi APEC? MPV yang kabarnya akan dibuat semewah Toyota Alphard ini memang mengundang rasa ingin tahu, tak lain tak bukan karena pak Dahlan dan tim sendiri belum pernah menampilkan sosok MPV ini.

Mobil listrik karya putra putri bangsa Indonesia siap dipamerkan pada KTT APEC di Nusa Dua Bali. Mobil listrik yang ditampilkan antara lain tipe sport car dengan nama 'Selo' dan tipe minibus sejenis Alphard dengan nama 'Gendhis'.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kepada wartawan seperti dikutip Jumat (26/7/2013).
"Di sana juga ada yang penting (mobil listrik), satu lagi namanya Gendhis setingkat Alphard," ucap Dahlan.
Selain itu juga ditampilkan bus listrik dalam KTT APEC tersebut. Semua mobil listrik ini akan digunakan untuk operasional delegsi APEC non kepala pemerintahan di kawasan Nusa Dua. Mobil listrik buatan Indonesia ini diciptakan oleh Ricky Nelson dan Dasep Ahmadi.

"Buat delegasi tapi non kepala pemerintahan. Kan ada setingkat Menteri, Dirjen, Media. Itu nanti akan ada 200 mobil. Dia terus muter venue di Nusa Dua, itu terdiri dari mobil bio diesel 150 unit sisanya mobil listrik dan hybrid. Itu yang boleh beroperasi di Nusa Dua," tambahnya.
Sumber : Detik Oto

Nah tampaknya desain dari Gendhis diungkapkan oleh sebuah Page di Facebook beralamat di https://www.facebook.com/Catatan.Dahlan.Iskan



Gendhis sendiri dalam bahasa Jawa berarti gula, mungkin diharapkan mobil ini bisa menjadi pusat perhatian para delegasi APEC, nah sekarang bandingkan dengan Arimbi



Apakah keduanya bakal benar-benar diproduksi? kita tunggu saja dengan penuh harap

UPDATE :
Barusan dari Detik tertangkap penampakan asli Gendhis









Sumber : http://oto.detik.com/readfoto/2013/10/02/141619/2375539/647/1/mobil-listrik-siap-mejeng-di-ktt-apec991101mainnews

Selasa, 05 November 2013

Beginilah Jadinya Jika Fotografer Punya Mesin X-Ray Raksasa

Penggunaan mesin X-ray jamak kita temui di fasilitas-fasilitas publik yang memerlukan keamanan ketat, contohnya bandara-bandara nasional. Keistimewaan sinar X-ray adalah mampu memindai barang di dalam koper tanpa perlu membongkar satu persatu. Nah apakah yang terjadi jika seorang fotografer mencoba men-scan berbagai macam benda dengan mesin x-ray raksasa? simak Anekainfounik berikut:

Fotografer unik ini adalah Nick Veasy yang memiliki ide nyleneh, untuk menjalankan aksinya Nick membuat studio seluas 800 kaki persegi.



Eits ini bukan studi biasa, studio ini memiliki dinding beton setebal 30 inchi, pintunya sendiri dilapisi timah seberat 1250 kilo. Bukan tanpa alasan studio ini bak benteng, ini karena Nick menggunakan 5 mesin X-ray sekaligus yang tiap mesinnya memancarkan radiasi.




Untuk scanning benda-benda yang besar dan tidak muat di studio Nick biasanya membongkar perbagian, men-scan dengan x-ray lalu menyatukannya dengan pengolah gambar Photoshop.



Ada alasan sendiri kenapa Nick menggunakan mobil lawas, menurutnya mobil modern dipenuhi berbagai fitur keselamatan, teknologi baru, dan lain-lain yang akan menyebabkan nilai estetika foto menjadi berkurang, maka dia memilih mobil tua ini yang terlihat lebih "sederhana".



Sudah bisa dipastikan Boeing 777 ini tidak akan muat di dalam studi ini, Nick mengakalinya dengan memotret satu persatu bagian pesawat lalu menyatukannya dengan Photoshop, kedengarannya mudah? coba saja anda merangkai 1000 lebih foto menjadi satu kesatuan seperti diatas.



Foto x-ray Tommy Gun dengan rumah peluru berbentuk bundar khas senjata gangster jaman dulu.















Foto x-ray senjata M16



Foto x-ray Anschutz



Foto x-ray Walter PPK



Foto x-ray SPAS 12



Foto x-ray robot berjalan.



Foto x-ray robot dari depan



Siapa sangka x-ray yang awalnya hanyalah untuk keamanan sekarang ditangan fotografer pun bisa menjadi obyek karya seni yang unik. Kira-kira apalagi ya ide para fotografer di masa depan?

Sumber:
Inggris : http://www.wired.com/rawfile/2013/10/x-ray/#slideid-88011
Indonesia : www.anekainfounik.blogspot.com

Ini Dia Ukiran Labu Halloween Yang Seram Sekaligus Artistik

Tidak bisa dipungkiri bahwa ukiran labu (Jack o Lantern) merupakan salah satu trademark dari Halloween. Lalu darimana kebiasaan mengukir labu ini muncul? menurut beberapa sumber di Amerika awalnya mengukir labu merupakan bagian dari festival musim panen, namun kemudian identik dengan Halloween. Ada juga yang bilang ukiran labu ini berguna untuk mengusir vampire dan roh jahat. Labu biasanya diukir menjadi seseram mungkin dan diberi lampu atau lilin di dalamnya untuk menambah efek seram. Nah kali ini Anekainfounik akan menghadirkan foto-foto labu yang seram dari biasanya.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Ray Villafane and his team of professional sculptors meticulously carved terrifying characters out of pumpkins using spoons and scalpels.

Patut diacungi jempol karena ukiran di labu cukup detail.

Sumber:
http://www.telegraph.co.uk/news/picturegalleries/howaboutthat/10411236/Halloween-2013-the-art-of-pumpkin-carving.html?frame=2716919

Wow, Mobil Ini Lebih Murah Daripada Mobil-Mobil LCGC

Ya mobil ini memang lebih murah dari mobil-mobil LCGC, tapi ini bukan Tata Nano, mobil ini dari halaman rumah kita sendiri alias produksi dalam negeri. Adalah mobil Tawon yang menyeruak ke kancah persaingan dengan mobil city car yang dibanderol dibawah harga mobil-mobil LCGC yaitu mulai 50 jutaan.


Mesin yang ditawarkan adalah mesin dua silinder 644 cc, memang kecil namun city car memang dirancang untuk daerah perkotaan kan?


































Harga mulai dari Rp 54 jutaan cukup bersaing dengan mobil-mobil program LCGC.



























Kalau anda merasa kurang sreg dengan versi penumpang masih ada Tawon tipe pickup dan van, cocok untuk usaha kecil anda.



Pickup ini cocok untuk daerah padat perkotaan seperti Semarang atau Jakarta karena dari segi fisik lebih kecil daripada mobil-mobil pickup lain.

Jika anda tertarik membelinya bisa mengisi formulir ini




Wajib Tahu, Ini Dia 11 Warna Yang Jarang Diketahui

Mejikuhibiniu, singkatan yang tak asing di telinga kita waktu kecil, singkatan dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Sejalan waktu kita juga mengenal warna-warna lain. Lalu kita mengenal warna lain seperti Toska yaitu warna hijau muda dengan corak kebiruan, dan warna-warna campuran lain. Kali ini Anekainfounik menampilkan nama 11 warna yang jarang diketahui atau bahkan disebut.

1. SARCOLINE


Sarcoline di definisikan sebagai warna yang mirip "daging"

2. COQUELICOT


Di definisikan sebagai warna bunga oranye agak kemerahan.

3. SMARAGDINE


Di definisikan sebagai "Hijau Permata"

4. MIKADO


Didefinisikan sebagai "Kuning tebal"

5. GLAUCOUS


Didefinisikan sebagai biru abu-abu

6. WENGE


Didefinisikan sebagai warna kayu coklat dengan campuran tembaga..

7. FULVOUS.


Didefinisikan sebagai kuning kecoklatan

8. XANADU.


Didefinisikan sebagai warna abu hijau daun Philodendron.

9. FALU.


10. EBURNEAN


Di definisikan sebagai warna putih gading dengan semburat kuning

11. AMARANTH


Beberapa warna diatas memang ada yang mirip-mirip dengan warna yang selama ini kita kenal, mungkin hanya mata yang sangat terlatih yang bisa mengenali warna tersebut dan mengingat namanya.

Sumber: